Selasa, 04 September 2018

METODE PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF


Pengertian belajar bisa diartikan sebagai semua aktivitas mental atau psikis yang dilakukan oleh seseorang yang menimbulkan perubahan tingkah laku berbeda antara sesudah belajar dan sebelum belajar. Belajar bisa juga didefinisikan sebagai sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia. Perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman keterampilan, daya pikir, maupun kemampuan yang lain.

Demi terwujudnya aktivitas belajar yang baik, maka perlu didukung dengan suatu pengembangan dalam metode pembelajaran. Pengembangan metode pembelajaran tersebut mencakup 2 hal yaitu:
1.      Pengembangan sarana dan prasarana dalam melaksanakan pembelajaran
Perkembangan metode pembelajaran berkembang pesat seiring berkembangnya teknologi IT di Indonesia. Pada saat ini komputer sudah sangat memasyarakat dan semua sekolah telah memiliki perangkat komputer, baik digunakan untuk administrasi sekolah maupun untuk media pembelajaran di kelas. Dengan media komputer mempermudah pengajar dalam mengajarkan materi-materi yang bersifat abstak dan membantu anak didik dalam mempelajari materi tersebut.
Penggunaan media komputer dalam proses belajar-mengajar merupakan salah satu alternatif pengajar untuk menyeragamkan media pengajaran sehingga merangsang anak didik dalam berpikir, berperasaan dan menumbuhkan minat anak didik untuk memungkinkan terjadinya proses belajar-mengajar yang timbal balik antara pengajar dan anak didik.
Sebagai contoh  dalam pelajaran biologi bab pencernaan, dalam menjelaskan bagaimana proses pencernaan itu tidaklah mudah. Karena proses pencernaan terjadi di dalam tubuh. Teori dan gambar pada buku biasa terkadang kurang mampu menjelaskan secara detail. Oleh sebab itu penggunaan komputer dalam pembelajaran ini sangat diperlukan karena dengan komputer proses pencernaan bisa divisualisasikan dalam bentuk animasi video. Sehingga murid bisa dengan mudah memahami bagaimana proses pencernaan.
Satu lagi perkembangan teknologi yang dapat mendukung perkembangan metode pembelajaran yaitu internet. Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komunikasi yang menggunakan media elektronik, yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol. Dengan adanya internet metode pembelajaran bisa lebih variatif.
Sebagai contoh,  dengan adanya internet kita bisa mencari materi pembelajaran tanpa adanya batasan. Narasumber- narasumber yang diperlukan sudah tersedia di dunia virtual ini.
Tetapi ada yang perlu digaris bawahi. Perkembangan teknologi yang dapat mendukung perkembangan metode pembelajar ini selain memiliki dampak yang positif juga memiliki dampak negatif. Dampak negatif akan muncul jika penggunaan teknologi dilakukan secara berlebihan. Terlalu lama di depan komputer bisa menyebabkan gangguan pada mata. Konten- konten negatif di internet biasanya juga akan muncul jika penggunaannya tidak dikendalikan.

2.      Pengembangan  interaksi antara pengajar dan anak didik
Selain perkembangan teknologi, hal yang dapat mendukung perkembangan metode pembelajaran adalah interaksi antara pengajar dan anak didik. Interaksi yang dimaksud yaitu interaksi yang mampu memberikan motivasi. Motivasi belajar anak didik yang tinggi akan merangsang anak didik untuk mengembangkan potensinya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya dalam membangun motivasi belajar anak didik untuk mencapai efektivitas pembelajaran. Upaya-upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
·         Menumbuhkan jiwa gembira pada anak didik
Mengawali kegiatan belajar dengan suasana riang akan membuat anak didik termotivasi untuk giat belajar dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Interaksi ini sangat penting karena lancar atau tidaknya perkembangan metode pembelajaran tergantung dari bagaimana cara kita memulai pembelajaran itu.
·         Memposisikan sebagai sahabat
Kerapkali di sekitar kita masih saja ada pengajar yang memperlakukan sanak didiknya seperti seorang robot yang akan patuh dengan intruksi-intruksi formal dan baku. Hal ini tercermin dari kebiasaan buruk seorang pengajar yang memiliki konsep diri negatif, seperti suka memarahi anak didik tanpa batas, berteriak dengan bahasa yang tidak layak, dan menghukum anak didik melewati batas wajar. Perilaku-perilaku tersebut hendaknya dihentikan segera mungkin dan dikendalikan secara proporsional agar tidak menimbulkan adanya korban kekerasan di dalam dunia pendidikan.
Hal tersebut dapat dirubah dengan cara memposisikan anak didik sebagai sahabat. Dengan demikian anak didik akan merasa nyaman dan rasa nyaman itu dapat menumbuhkan motivasi belajar sehingga tujuan pengembangan metode pembelajaran dapat terlaksana.
·         Menghargai anak didik
Setiap manusia ingin dihormati dan dihargai oleh siapapun. Tak terkecuali pada diri anak didik. Apabila pengajar sudah tidak menghargai anak didik dengan menyebutkan kekurangan anak didik di depan teman-teman atau dengan mengatakan perkataan “bodoh” kepada anak didik , maka hal ini malah akan membuat anak didik merasa tidak dihargai dan dan menimbulkan pertentangan batin di dalam diri anak didik. Tak jarang ada anak didik yang berani menghina pengajar atau bahkan memanggil pengajar dengan sebutan yang tidak layak, barangkali itu disebabkan karena perbuatan kita yang kerap dilakukan terhadap mereka.
Oleh karena itu menghargai anak didik dalam hal sekecil apapun sangat penting untuk menumbuhkan motivasi.

Dari uraian di atas, kita tahu bahwa perkembangan teknologi dan interaksi antara pengajar dan anak didik sangat berpengaruh dalam pengembanagan metode pembelajaran. Kerjasama dan dukungan antara semua pihak juga diperlukan.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar