Pengertian
belajar bisa diartikan sebagai semua aktivitas mental atau psikis yang
dilakukan oleh seseorang yang menimbulkan perubahan tingkah laku berbeda antara
sesudah belajar dan sebelum belajar. Belajar bisa juga didefinisikan sebagai
sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia. Perubahan tersebut
ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku
seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman
keterampilan, daya pikir, maupun kemampuan yang lain.
Demi
terwujudnya aktivitas belajar yang baik, maka perlu didukung dengan suatu
pengembangan dalam metode pembelajaran. Pengembangan metode pembelajaran
tersebut mencakup 2 hal yaitu:
1. Pengembangan sarana dan prasarana
dalam melaksanakan pembelajaran
Perkembangan
metode pembelajaran berkembang pesat seiring berkembangnya teknologi IT di
Indonesia. Pada saat ini komputer sudah sangat memasyarakat dan semua sekolah
telah memiliki perangkat komputer, baik digunakan untuk administrasi sekolah
maupun untuk media pembelajaran di kelas. Dengan media komputer mempermudah pengajar
dalam mengajarkan materi-materi yang bersifat abstak dan membantu anak didik
dalam mempelajari materi tersebut.
Penggunaan
media komputer dalam proses belajar-mengajar merupakan salah satu alternatif pengajar
untuk menyeragamkan media pengajaran sehingga merangsang anak didik dalam
berpikir, berperasaan dan menumbuhkan minat anak didik untuk memungkinkan
terjadinya proses belajar-mengajar yang timbal balik antara pengajar dan anak
didik.
Sebagai
contoh dalam pelajaran biologi bab
pencernaan, dalam menjelaskan bagaimana proses pencernaan itu tidaklah mudah.
Karena proses pencernaan terjadi di dalam tubuh. Teori dan gambar pada buku
biasa terkadang kurang mampu menjelaskan secara detail. Oleh sebab itu
penggunaan komputer dalam pembelajaran ini sangat diperlukan karena dengan
komputer proses pencernaan bisa divisualisasikan dalam bentuk animasi video.
Sehingga murid bisa dengan mudah memahami bagaimana proses pencernaan.
Satu
lagi perkembangan teknologi yang dapat mendukung perkembangan metode
pembelajaran yaitu internet. Internet (kependekan dari
interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komunikasi yang menggunakan
media elektronik, yang saling terhubung menggunakan standar sistem global
Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol
pertukaran paket (packet switching communication protocol. Dengan adanya
internet metode pembelajaran bisa lebih variatif.
Sebagai
contoh, dengan adanya internet kita bisa
mencari materi pembelajaran tanpa adanya batasan. Narasumber- narasumber yang
diperlukan sudah tersedia di dunia virtual ini.
Tetapi
ada yang perlu digaris bawahi. Perkembangan teknologi yang dapat mendukung
perkembangan metode pembelajar ini selain memiliki dampak yang positif juga
memiliki dampak negatif. Dampak negatif akan muncul jika penggunaan teknologi
dilakukan secara berlebihan. Terlalu lama di depan komputer bisa menyebabkan
gangguan pada mata. Konten- konten negatif di internet biasanya juga akan
muncul jika penggunaannya tidak dikendalikan.
2. Pengembangan interaksi antara pengajar dan anak didik
Selain
perkembangan teknologi, hal yang dapat mendukung perkembangan metode
pembelajaran adalah interaksi antara pengajar dan anak didik. Interaksi yang
dimaksud yaitu interaksi yang mampu memberikan motivasi. Motivasi belajar anak
didik yang tinggi akan merangsang anak didik untuk mengembangkan potensinya
dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan berbagai
upaya dalam membangun motivasi belajar anak didik untuk mencapai efektivitas
pembelajaran. Upaya-upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
·
Menumbuhkan
jiwa gembira pada anak didik
Mengawali kegiatan belajar dengan
suasana riang akan membuat anak didik termotivasi untuk giat belajar dan
bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Interaksi ini sangat
penting karena lancar atau tidaknya perkembangan metode pembelajaran tergantung
dari bagaimana cara kita memulai pembelajaran itu.
·
Memposisikan
sebagai sahabat
Kerapkali di sekitar kita masih saja ada
pengajar yang memperlakukan sanak didiknya seperti seorang robot yang akan
patuh dengan intruksi-intruksi formal dan baku. Hal ini tercermin dari
kebiasaan buruk seorang pengajar yang memiliki konsep diri negatif, seperti
suka memarahi anak didik tanpa batas, berteriak dengan bahasa yang tidak layak,
dan menghukum anak didik melewati batas wajar. Perilaku-perilaku tersebut
hendaknya dihentikan segera mungkin dan dikendalikan secara proporsional agar
tidak menimbulkan adanya korban kekerasan di dalam dunia pendidikan.
Hal tersebut dapat dirubah dengan cara
memposisikan anak didik sebagai sahabat. Dengan demikian anak didik akan merasa
nyaman dan rasa nyaman itu dapat menumbuhkan motivasi belajar sehingga tujuan
pengembangan metode pembelajaran dapat terlaksana.
·
Menghargai
anak didik
Setiap manusia ingin dihormati dan dihargai
oleh siapapun. Tak terkecuali pada diri anak didik. Apabila pengajar sudah
tidak menghargai anak didik dengan menyebutkan kekurangan anak didik di depan
teman-teman atau dengan mengatakan perkataan “bodoh” kepada anak didik , maka
hal ini malah akan membuat anak didik merasa tidak dihargai dan dan menimbulkan
pertentangan batin di dalam diri anak didik. Tak jarang ada anak didik yang
berani menghina pengajar atau bahkan memanggil pengajar dengan sebutan yang
tidak layak, barangkali itu disebabkan karena perbuatan kita yang kerap
dilakukan terhadap mereka.
Oleh karena itu menghargai anak didik
dalam hal sekecil apapun sangat penting untuk menumbuhkan motivasi.
Dari
uraian di atas, kita tahu bahwa perkembangan teknologi dan interaksi antara
pengajar dan anak didik sangat berpengaruh dalam pengembanagan metode
pembelajaran. Kerjasama dan dukungan antara semua pihak juga diperlukan.